Ads 468x60px

Sabtu, 29 Oktober 2011

Mobil Tiba-tiba Macet ? Ini Beberapa Sebabnya


Pernahkah saat enak-enak mengemudi , mobil tiba-tiba mati atau macet mesinnya ? Banyak faktor yang menyebabkan mesin ngadat, mulai dari sistem pengapian sampai sistem bahan bakar. Ada baiknya pemilik mobil memahami beberapa faktor yang sering mengganggu kinerja mesinnya. Teknisi Bengkel Majestic di Jalan dr Radjiman 586 Surakarta, Yunan menggolongkan lima hal penyebab mati mesin.
Mobil yang masih menggunakan sistem karburasi, karburator yang kotor bisa membuat mesin mogok. Karburator kotor membuat kerja mesin terbebani sehingga cepat panas. Jika panasnya berlebihan, mesin pun akan mati. Faktor kedua adalah kerusakan coil akibat overheat. “Penyebab panasnya bisa karena coil sudah lemah atau pemasangan resistor yang nggak benar. Resistor berfungsi untuk mengurangi besar arus listrik yang masuk ke coil. Kalau salah pasang resistor coil akan kepanasan dan mati. Akibatnya aliran listrik pun putus,” ujar Yunan.
Pada mesin mobil bersistem injeksi, filter bensin yang kotor bisa menyebabkan mesin mati. Kotoran akan mengurangi volume aliran bensin, sehingga mesin pun kerjanya nggak maksimal. “Mesin jadi terbebani karena membutuhkan tambahan tenaga ekstra untuk menyedot bensin. Akibatnya sama, mesin jadi overheat,” kata pria berambut gondrong ini. Pompa bensin yang lemah juga menyebabkan efek seperti filter kotor, yakni penambahan beban kerja mesin. Yunan menyarankan pengecekan rutin setiap 50.000 kilometer untuk mengetahui kondisi filter dan pompa bensin.
Faktor terakhir yang paling sering terjadi adalah gangguan pada sistem elektrik. “Untuk mobil sistem injeksi, crank sensor umumnya bisa jadi penyebab mesin mati. Sensor ini berfungsi untuk memberikan sinyal kepada control unit untuk mengoperasikan pengapian. Kalau sinyalnya lemah, maka pengapian pun akan terganggu,” jelasnya. Komponen lain yang termasuk dalam sistem elektrikal adalah kabel busi. Terkadang secara fisik,kabel busi masih bagus tapi mungkin konduktor di dalamnya ada yang putus. Akibatnya arus listrik yang disalurkan pun berkurang. Meski mobil masih bisa jalan, jika diberi beban sedikit seperti menghidupkan AC atau memacu kecepatan lebih tinggi mesin tidak kuat dan mati.
Untuk mengantisipasi hal-hal ini, tak ada jalan lain selain melakukan tertib melakukan tune up berkala. Minimal setiap sekitar 10.000 km. Kurang dari itu lebih baik, tapi jangan sampai malah terlalu sering. Kalau terlalu sering,menurut Yunan justru merugikan karena menyebabkan karet dan baut-baut cepat aus terutama di bagian karburator.(yud)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar